👀 Pengunjung Hari Ini: 0
Logo Anak Bintang School Sleman

Anak Bintang School

Memuat AI Greeting...
Kemendikdasmen Akselerasikan Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, 100 Kab/Kota Menerima Banpem PAUDHI 2026
📚 Artikel Edukasi
Artikel Anak Bintang School

Kemendikdasmen Akselerasikan Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, 100 Kab/Kota Menerima Banpem PAUDHI 2026

DENPASAR, PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa keberhasilan program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif atau PAUD HI mutlak memerlukan komitmen nyata dan sinergi lintas sektor di tingkat kabupaten/kota. Implementasi rencana tindak lanjut pascabimbingan teknis tidak boleh sekadar menjadi formalitas birokrasi di atas kertas, melainkan harus berdampak langsung pada pemenuhan lima layanan esensial anak serta keakuratan dan kejujuran pengisian data pokok pendidikan (Dapodik)nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kurniawan, saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator PAUD HI Regional Tiga di Denpasar, Bali, Kamis (25/6/2026) malam.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat PAUD, Soripada Harahap, dalam laporan pelaksanaannya menyampaikan bahwa kegiatan bimtek kali ini diikuti oleh 147 peserta yang berasal dari 19 provinsi serta 32 kabupaten dan kota. Seluruh daerah perwakilan tersebut merupakan wilayah penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) yang dialokasikan khusus untuk implementasi Kerangka Kerja PAUD HI. Tahun ini sebanyak 100 Kabupaten dan Kota menerima Banpem senilai Rp 100 juta.

Selain jajaran dinas pendidikan, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 19 Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) guna memastikan pengawalan mutu program di daerah terjalin melintas wilayah.

Implementasi Rencana Tindak Lanjut PAUDHI

Kurniawan menekankan bahwa seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus sebagai fasilitator mengemban tanggung jawab besar untuk segera mengeksekusi Rencana Tindak Lanjut (RTL) di daerah masing-masing. Pemerintah pusat menetapkan tenggat waktu hingga Desember 2026 agar seluruh target dalam RTL tersebut terealisasi demi mendongkrak indikator capaian PAUD HI secara nasional.

“RTL ini dibuat bukan hanya sekadar untuk memenuhi kewajiban atau tulisan di kertas. RTL adalah janji kita yang didengar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilaksanakan. Kami akan memantau ketat progres pelaksanaannya sampai Desember mendatang agar dampaknya benar-benar terasa di lapangan,” ujar Kurniawan di hadapan para peserta bimtek.

Lebih lanjut, Kurniawan menjelaskan pergeseran paradigma dari yang semula berfokus pada "pendidikan" kini meluas menjadi "pengembangan". Konsekuensi dari perubahan nomenklatur ini adalah cakupan layanan yang tidak lagi terbatas pada aspek instruksional di dalam kelas, melainkan mencakup lima layanan esensial anak usia dini, yakni pendidikan, perlindungan, pengasuhan, kesehatan dan gizi, serta kesejahteraan.

Mengingat luasnya cakupan tersebut, sektor pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Kurniawan menginstruksikan para fasilitator dan dinas pendidikan untuk mengintensifkan koordinasi dengan menggandeng dinas-dinas terkait di daerah, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Sosial, hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Kolaborasi Penuhi Delapan Indikator PAUDHI 

Kolaborasi multisektoral ini ditargetkan untuk memenuhi delapan indikator utama penyelenggaraan PAUD HI di setiap satuan pendidikan. Indikator tersebut meliputi penyelenggaraan kelas orang tua, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian makanan tambahan bergizi, pemantauan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta penyediaan fasilitas sanitasi dan air bersih.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PAUD juga memberikan peringatan keras terkait tata kelola bantuan penunjang PAUD HI yang dikucurkan ke daerah agar dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Ia juga menyoroti fenomena manipulasi pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh satuan pendidikan yang masih sering terjadi demi kepentingan sesaat.

Menutup arahannya, Kurniawan mengingatkan bahwa usia dini merupakan fase paling krusial dalam pertumbuhan manusia karena seluruh aspek perkembangan dasar dibentuk pada masa ini. 

Sinergi lintas wilayah dan berbagi praktik baik yang telah terjalin selama bimtek diharapkan terus dirawat melalui jejaring komunikasi yang aktif, guna memastikan visi pembangunan pendidikan Indonesia—yakni mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua anak untuk mencetak Generasi Emas—dapat tercapai secara merata.

Peliput: Eko B Harsono dan Azriel Aufa

Dalam rangka mendukung Program Prioritas Nasional Revital...

DENPASAR PAUDPEDIA – Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemend...

DENPASAR, PAUDPEDIA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa keberh...

DENPASAR PAUDPEDIA - Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang merupakan fase fondasi terben...

DENPASAR PAUDPEDIA  – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memberik...

Bagikan artikel ini
WhatsApp